KURIKULUM

Struktur Kurikulum
Struktur kurikulum merupakan pola dan susunan mata pelajaran yang harus ditempuh peserta didik dalam kegiatan pembelajaran. Kedalam muatan kurikulum pada setiap mata pelajaran pada setiap satuan pendidikan dituangkan ke dalam kompetensi yang harus dikuasai peserta didik sesuai dengan beban belajar yang tercantum dalam struktur kurikulum. Kompetensi yang dimaksud terdiri atas standar kompetensi dan kompetensi dasar yang dikembangkan berdasarkan standar kompetensi lulusan. Muatan lokal dan kegiatan pengembangan diri merupakan bagian yang tidak dapat dipisahkan dari struktur kurikulum pada jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Struktur kurikulum MTs Maarif 1 Ponpes Ittihadul Ummah Jarakan Ponorogo meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur kurikulum disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran.
Kegiatan pengembangan diri bukan merupakan mata pelajaran yang harus diasuh oleh guru. Kegiatan pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi dan kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. MTs Maarif 1 Ponorogo menambah empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit. Minggu efektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34–38 minggu
Struktur Kurikulum Madrasah Tsanawiyah Ma’arif I Ponorogo
Struktur Kurikulum MTs Ma’arif I Ponorogo meliputi substansi pembelajaran yang ditempuh dalam satu jenjang pendidikan selama tiga tahun mulai kelas VII sampai dengan kelas IX. Struktur Kurikulum MTs Ma’arif I Ponorogo disusun berdasarkan standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi dengan ketentuan sebagai berikut:
pertamaKurikulum MTs Ma’arif I Ponorogo memuat 12 mata pelajaran, muatan lokal, dan pengembangan diri.
Muatan lokal merupakan kegiatan kurikuler untuk mengembangkan kompetensi yang disesuaikan dengan ciri khas dan potensi kedaerahan, termasuk di dalamnya keunggulan daerah, yang materinya tidak dapat dikelompokkan kedalam mata pelajaran yang ada. Substansi muatan lokal ditentukan oleh satuan pendidikan
Pengembangan diri bukanlah merupakan pelajaran yang harus diasuh guru. Pengembangan diri bertujuan memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan dirinya sesuai dengan kebutuhan bakat dan minat setiap peserta didik sesuai dengan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru atau tenaga kependidikan yang dapat dilakukan dalam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan konseling yang berkenaan dengan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karier peserta didik
keduaSubstansi mata pelajaran IPA dan IPS pada MTS merupakan “IPA Terpadu” dan “IPS terpadu”.
ketigaPembelajaran pada kelas VII s/d kelas IX dilaksanakan melalui pendekatan mata pelajaran.
ketigaJam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur Kurikulum, dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran perminggu secara keseluruhan.Kegiatan pembelajaran dimulai dari pukul 06.30 sampai dengan pukul 14.30
keempatAlokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 40 menit.
kelimaMinggu effektif dalam satu tahun pelajaran (dua semester) adalah 34 -38 minggu
Struktur kurikulum MTs disajikan pada tabel berikut:
Mata Pelajaran Kelas dan Alokasi Waktu
A. Mata Pelajaran
1.Pendidikan Agama
a.Al Qur’an Hadist
b.Aqidah Akhlaq
c.Fiqh
d.SKI
2.Pendidikan Kewarganegaraan
3.Bahasa Indonesia
4.Bahasa Arab
5.Matematika
6.Bahasa Inggris
7.IPA
8.IPS
9.Seni Budaya dan Ketrampilan
10.TIK
11.Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesenian

B.Muatan Lokal
1. Aswaja
2. Tafsir
3. Nahwu Shorof
4. Bahasa Jawa
5. Khat Imla’

C. Pengembangan Diri/Ekstrakurikuler

1. Bimbingan dan konseling
2. Tahfidz dan tartil Qur’an
3. Pramuka
4. Bimbingan Konseling
5. Arabic Morning
6. English Morning
7. Muhadhoroh
8. Musik
9. Ketrampilan
Jumlah 64 Jam (Full Day School)

Kegiatan Pengembangan diri dilaksanakan setiap hari Senin sampai dengan Sabtu secara paralel.

1. Bimbingan konseling
2. Pramuka
3. Tahfidz dan Tartil Qur’an
4. Arabic Morning
5. English Morning
6. Muhadhoroh
7. Music
8. Jurnalistik
9. Ketrampilan

Alokasi Waktu

Untuk semua kelas diberikan 2 jam pelajaran (ekuivalen 2 x 40 menit). Untuk kelas VII-VIII diberikan bimbingan MIPA dan Olahraga dalam rangka persiapan berbagai lomba di berbagai tingkatan sedangkan Kelas 9 diberi kegiatan Bimbingan Belajar secara intensif untuk persiapan menghadapi Ujian Nasional.

Penilaian
Kegiatan pengembangan diri dinilai dan dilaporkan secara berkala kepada sekolah dan orang tua dalam bentuk kualitatif :
Kategori Keterangan
A Sangat Baik
B Baik
C Cukup
D Kurang

Pengaturan Beban Belajar
Beban belajar ditentukan berdasarkan penggunaan system pengelolaan program pendidikan yang berlaku. System yang digunakan sebenarnya ada dua pilihan, yaitu system SKS dan Sistem Paket. Berdasarkan kesepakatan sekolah dan komite, maka MTs Ma’arif I Ponorogo memilih Sistem Paket. Pengaturan Beban Belajar pada Sistem Paket adalah sebagai berikut:
Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran pada system paket dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. Pengaturan alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran yang terdapat pada semester ganjil dan genap dalam satu tahun ajaran dapat dilakukan secara fleksibel dengan jumlah beban belajar yang tetap. Satuan pendidikan dimungkinkan menambah maksimum empat jam pembelajaran per minggu secara keseluruhan. Pemanfaatan jam pembelajaran tambahan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik dalam mencapai kompetensi, di samping dimanfaatkan untuk mata pelajaran lain yang dianggap penting dan tidak terdapat di dalam struktur kurikulum yang tercantum dalam Standar Isi.

Sumber: Dokumen Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan
MTs Maarif 1 Ponorogo 2013

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: