Karya Tulis Ilmiah

TATA KELOLA RADIO DAKWAH (Studi Kasus Studio Aswaja FM Ponorogo)
Penyusun: Emka Nujhan Farhani (co), Naza Zulmia, Indah Nuryanti, Veris Prastyo,Alif Febriama, Putra Galung, Imam Rohani, Hamzah Habib,St Nursyamsiah, Umi Tri Lestari.

A. Latar Belakang

Radio Aswaja FM adalah radio dakwah yang berbasis Ahlusunnah wal Jama’ah dan didirikan oleh Nahdlatul Ulama’ cabang Ponorogo. Radio ini menggunakan frekuensi 101,9 FM. Radio ini juga mempunyai jargon “Menyapa umat dengan Islam Rahmatan lil ‘Alamin”. Radio ini merupakan radio comersial dan dakwah yang menyajikan informasi, pendidikan, hiburan, pengajian kitab kuning, pengajian malam, pengajian umum,konseling, serta pemberdayaan masyarakat yang diharapkan mampu memberikan konstribusi signifikan kepada masyarakat di segala bidang, sebagai sarana yang tepat, efektif dan efisien untuk publikasi dan sosialisasi, sehingga perlu menjalin silaturahmi yang lebih erat untuk mewujudkan persatuan umat islam. Karena banyak sekali manfaat dan pelajaran yang di dapat, kami merasa perlu untuk melakukan observasi di Radio Aswaja FM Ponorogo agar menambah pengetahuan kita tentang radio dakwah, manajemennya, alur teknis peralatan, produksi program,dan keterampilan siaran.

B.Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas,dapat disimpulkan bahwa rumusan masalahnya adalah sebagai berikut:
1.Bagaimana Manajemen Radio Aswaja FM Ponorogo?
2.Bagaimana Produksi Program Radio Aswaja FM Ponorogo?
3.Bagaimana Alur Teknis Peralatan Radio Aswaja FM Ponorogo?
4.Bagaimana Keterampilan Siaran Radio Aswaja FM Ponorogo?

C.Tujuan Observasi
Tujuan observasi yang kami lakukan adalah:
1.Mengetahui tentang Manajemen Radio Aswaja FM Ponorogo.
2.Mengetahui tentang Produksi Program Radio Aswaja FM Ponorogo.
3.Mengetahui tentang Alur Teknis Peralatan Radio Aswaja FM Ponorogo.
4.Mengetahui tentang Keterampilan Siaran Radio Aswaja FM Ponorogo.

D.Tempat dan Waktu Observasi
Observasi dilakukan di Kantor Radio Aswaja FM yang terletak di kawasan kampus Insuri Jl. Batoro Katong No. 32 Ponorogo pada tanggal 22 April 2013

E.Metode Observasi
Metode yang kami pakai dalam penyusunan laporan ini adalah mewawancarai narasumber langsung dari tempat penyiaran radio aswaja untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

F.Tekhnik Observasi
Sistematika yang kami pakai dalam mengerjakan laporan ini adalah:
1.Mewawancarai narasumber.
2.Membuat kerangka laporan.
3.Mengembangkan kerangka tersebut menjadi sebuah laporan.

G.Manajemen Radio Aswaja FM.

Radio Aswaja FM Ponorogo didirikan pada tanggal 28 Juli 2011. Sejak berdiri sampai sekarang, studio Aswaja FM berada di kawasan kampus Insuri Ponorogo dan telah mempunyai cabang di Gajah,Sambit. Radio ini mempunyai badan hukum PT(Perseroan Terbatas). Berikut ini adalah daftar kepengurusan PT Radio Aswaja FM Ponorogo.
Komisaris :H.Sugeng Hariono,ST.
Direktur :KH.M.Muhsin.
PLT(Pelaksana Harian) :Idham Mustafa.
Manager Produksi & Marketing :Noor Abidin.
Manager Personalia &R.Tangga :Ahmad Subeki.
Administrasi :Luluk Nihaya.
Manajemen radio adalah diantaranya sebagai berikut.
1.Marketing.
Divisi marketing memiliki tanggungjawab dalam mencatat setiap order iklan yang akan di tayangkan di radio dengan keinginan pemesan iklan (klien), sehingga pada suatu saat seseorang (klien) yang mewakili sebuah badan usaha atau institusi ingin menyiarkan iklan tersebut di radio maka divisi marketing dapat secara mudah mengetahui jadwal yang masih dapat digunakan untuk menyiarkan iklan tersebut dan informasi tersebut dapat secara cepat disampaikan kepada pemesan iklan (klien) dan si pemesan iklan dapat segera menentukan jadwal untuk penyiaran iklannya.
Proses atau fungsi kerja yang dilakukan oleh divisi marketing dapat dikatakan sebagai fungsi utama dalam usaha di bidang jasa radio. Divisi marketing memiliki fasilitas diantaranya :
pertama, Input Data order
Input data Order adalah melakukan kegiata pencatatan jadwal iklan dari sebuah badan atau institusi sampai dengan nilai nominal dari penanyangan iklan tersebut.
Kedua, Space Spot
Space spot adalah memberikan informasi jumlah penyedian iklan (stock) berdasarkan hari/tanggal dan jam tayangnya.
Ketiga, Master Klien
Master klien adalah melakukan pencatatan data klien yang akan dan telah melakukan transaksi pemesanan penyiaran iklan.
Keempat, Laporan Spot
Laporan Spot adalah memberikan informasi mengenai iklan yang sudah di disiarkan dan belum disiarkan di radio.
Kelima, Laporan Omzet
Laporan Omzet ini adalah memberikan informasi omzet yang didapatkan oleh divisi marketing dalam periode tertentu.

2.Produksi.
Setiap media informasi elektronik yang berdiri terutama media radio akan memberikan suatu bentuk acara yang berbeda sebagai ciri khas media tersebut, oleh sebab itu acara-acara yang akan disiarkan terlebih dahulu harus di tentukan oleh bagian Produksi. Dua tahapan yang harus dilakukan divisi acara, diantaranya :
1) Input Acara
Yaitu masukan untuk menentukan jadwal acara yang akan disiarkan pada periode tertentu, berikut dengan penyiar.
2) Input Berita
Yaitu masukan untuk menuliskan berita yang dapat berasal dari media cetak (koran, tabloid, majalah dan lainnya) atau informasi dari pendengar dan menetukan jadwal pembacaan berita tersebut oleh penyiar.
3.Siaran.
Divisi siaran mempunyai tugas untuk menyiarkan semua produksi yang telah di tetapkan oleh bagian lain, diantaranya :
1) Menyiarkan acara yang telah disiapkan oleh divisi produksi sesuai dengan jam yang telah ditentukan.
2) Memutar lagu
3) Memutar iklan
4) Memutar berita
4. Administrasi.
5. Keuangan, Personalia, dan Rumah Tangga.
Keuangan dan segala kebutuhan Radio Aswaja FM 90% masih ditopang oleh CV. Srikandi Listrik. Radio Aswaja juga memiliki beberapa sponsor lain, misalnya Insuri Ponorogo, Jamu Dayang Sumbi, Berlian Silver,dll.
H.Produksi Program Radio Aswaja FM.
Produksi Program Radio Aswaja FM ada di ruang rekaman dan ruang siaran. Ketika di ruang rekaman, suara direkam terlebih dahulu lalu diproses di ruang produk menggunakan komputer, mixer, soundcard, dan output. Suara tersebut bisa ditampilkan saat itu juga atau disimpan untuk nanti. Program acara bisa juga langsung disiarkan oleh penyiar di ruang siaran.
Frekuensi Radio Aswaja adalah 101,9 FM. Siarannya sudah mencapai Blora, Rembang, dan Bojonegoro. Radio Aswaja juga memiliki beberapa program unggulan, diantaranya adalah Bahtsul Masail(tanya jawab seputar masalah keagamaan) dan Nyuluh bareng GP Ansor dan Banser Ponorogo.
Program acara radio dimulai pada pukul 05.00 – 22.00 WIB. Waktu kosong diantara jam itu diisi dengan Qiroatul Qur’an(Murottal Makkah). Kecuali jika ada pengajian atau wayang,maka acaranya 24 jam.
Ada juga beberapa jenis iklan di Radio Aswaja FM, yaitu:
•Iklan Spot adalah Iklan yang direkam dan disertai dengan lagu.
•Iklan adlip adalah iklan yang dibacakan oleh penyiar.
•Iklan ILM adalah Iklan Layanan Masyarakat.

I.Alur Teknis Peralatan Radio Aswaja FM.
Ada beberapa peralatan yang digunakan Radio Aswaja terutama untuk siaran, diantaranya adalah:
1.Mixer 1,2, dan 3
2.Relay
3.Telephone :Untuk menhubungkan pendengar dan penyiar yang ingin berkomunikasi
4.Headset :Untuk mengetahui suara penyiar jika didengarkan diradio
5.CPU
6.Pemancar kecil :Untuk memantulkan gelombang suara
7.HT :Untuk menangkap siaran secara cepat
8.Jam digital:Untuk mengetahui timing acara
9.AC :Menstabilkan suhu alat elektronik di dalam studio
10.Microphone
11.Data siaran :Untuk mengetahui jadwal iklan dan siaran
Ada juga alat untuk rekaman,yaitu komputer, mixer, output, dan soundcard.
J.Keterampilan Siaran Radio Aswaja FM.
Di Radio Aswaja ada 6 penyiar, yaitu:
1. Alfath yang memakai nama udara Azam.
2. Muhtar yang memakai nama udara Rheza.
3. Suwanto yang memakai nama udara Fachry.
4. Binti yang memakai nama udara Zahra.
5. Desy yang memakai nama udara Husna.
6. Shinta yang memakai nama udara Nada.
Nama udara dimaksudkan agar tidak terjadi konflik. Misalnya, ketika penyiar radio melakukan kesalahan maka tidak langsung disalahkan kepada penyiar tetapi kepada manajemen.
Pada waktu rekaman, jarak antara mulut dengan microphone sekitar satu kepal. Ini dimaksudkan agar suara bening dan jelas. Penyiaran pada sebuah radio siaran terdiri dari siaran kata dan siaran Musik. Jika kita sudah menetapkan sasaran pendengar, maka klasifikasi musik yang akan di mainkan sangat berpengaruh terhadap kumpulan pendengar yang mencerminkan status sosial ekonominya, Oleh karena itu pemprograman musik yang dimainkan menjadi sesuatu yang sangat penting. Pengarah musik harus memahami jenis musik dan tahun beredarnya musik yang sesuai sasaran pendengarnya.
Hambatan-hambatan dalam menyiarkan radio diantaranya adalah :
1. Lupa tidak menyiarkan iklan yang sudah ditentukan.
2. Harus tetap senyum kepada pendengar meskipun sedih atau susah.
3.Listrik mati.

K.Kesimpulan.
Dari laporan diatas, kita dapat mengetahui tentang Radio Dakwah, khususnya Aswaja FM. Laporan Observasi dan Karya Ilmiah mengenai radio dakwah ini sangat bermanfaat bagi kita semuanya karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita.

L.Saran.
Untuk pihak Radio Aswaja FM adalah diharapkan bisa meningkatkan kualitasnya di tengah-tengah kaum muslim Ponorogo khususnya kaum nadliyyin.
Untuk para pendengar adalah diharapkan mampu mengambil banyak pelajaran, hikmah, dan manfaat dari radio dakwah khususnya Aswaja FM.
Untuk pemerintah adalah diharapkan agar menyejahterakan dan memajukan radio dakwah supaya masyarakat lebih mengenal dan faham mengenai agama.

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: