SUSAH SENANG DI PONDOK

(karya: Anisah Rizqina Fitri)
Pagi itu, ada yang nggak biasa dengan Aisyah. Setelah shalat subuh, biasanya Aisyah pergi untuk mengaji. Tapi, hari ini dia tidak pergi mengaji. Hari ini, hari dimulainya liburan semester I. liburan kali ini, Aisyah mempunyai rencana untuk pulang. Ia ingin mengobati rasa rindunya yang terlalu besar kepada keluarganya. “Cie . . . yang mau pulang dan ketemu sama keluarganya” kata Ima yang tiba-tiba saja masuk kekamar. “Iiih . . . sirik amat sich antum Im ,,,” jawab Aisyah sambil memberesi barang-barang yang akan ia bawa pulang. “Enggak tuch” jawab Ima lagi “Eh, lagian antum juga pulang kan?” kata Aisyah. “Ana? Pulang? Iiih ..! so pasti lah .. hehe!!!” jawab Ima. “Heeem, antum juga pulang gitu kok …” kata Aisyah. “Iya, ntar di rumah antum sms ana ya??” kata Ima. “Berez bozz.” Jawab Aisyah.

Tidak lama kemudian Ummi Diana sudah berada di depan pondok. Hati Aisyah sangat…..!!!! bahagia….. dia sudah tidak sabar untuk bertemu keluarganya “assalamu’alaikum, kak Aisyah?”, sapa ummi Diana “walaikum’salam Ummi” jawab Aisyah sambil mencium dan memeluk erat tubuh Ummi Diana “sudah siap kak” Tanya Ummi Diana.” Sudah Ummi” jawab Aisyah.” Kalau begitu, ayo kita segera menuju mobil terus kita pulang” kata Ummi Diana. “ayo Ummi”, Aisyah sudah tidak sabar, pengen ketemu sama dek Fatimah dan kak Fariz”. Jawab Aisyah sambil berjalan menuju mobil.” ia – ia……. mereka juga sudah kangen kok sama kamu”kata Ummi.

Sampai di dalam mobil, Aisyah bersalaman dengan Abi Faiz. ”assalamu’alaikum Abi.” Sapa Aisyah sambil mencium tangan Abi Faiz.” “walaikum’salam, lama nggak ketemu, ternyata sudah bengini besarnya ya putri Abi yang satu ini.” Kata Abi Faiz. “Abi ini bisa saja!!!” jawab Aisyah dengan senyuman yang menambah manis dan lucu wajah cantiknya.

Selama perjalanan pulang, banyak sekali yang diceritakan kepada Abi dan Uminya. Sampai – sampai tak terasa bahwa Aisyah sudah berada dihalaman rumahnya. ”Kak Aisyah !!!” Teriak Fatimah setelah ia melihat Aisyah keluar dari mobil.”Dek Fatimah !!! ya ampun dek, kamu sudah besar ya sekarang.”kata Aisyah sambil berlari memeluk Fatima”. Ya dong, kakak juga segini besarnya, ”Jawab Fatimah”. Ah…,masa sich?” kakak biasa aja tuh, tetap kaya dulu. Oh, iya dimana kak Fariz ?” kok enggak kelihatan Tanya Aisyah kepada Fatimah. Belum sempat Fatimah menjawab Fariz sudah keluar duluan sambil berkata “Tumben mbak pondok ini tadi ingat sama kakaknya!!!”. ” ih ,kak Fariz ,kata siapa aku enggak pernah ingat sama kakak?di pondok tu ya, Cuma wajah kak Fariz aja yang muncul dipikiranku, satu lagi nich, rasa rindu di hati itu jadi mengebu – ngebu tau’ setiap aku ingat kakak, kayaknya nie ya…. nama kakak sudah terukir indah di hati Aisyah. Dan nggak bisa dihapus oleh apapun untuk selamanya!!!!” jawab Aisyah panjang lebar.” gombal banget!!!!! Ummi…. Aisyah pulang dari pondok jadi pintar buat gombal!!!! Sampek-sampek kakaknya yang ganteng dan keren ini di gombalin!!!!” teriak Fariz kepada Umminya.” Siapa dulu? Aisyah gitu loh….!!!!.” jawab Aisyah dengan pedenya. “udah-udah, nggak usah ribut, sekarang Aisyah ganti baju dulu, setelah itu makan siang bersama-sama. ”kata Ummi melerai keduanya.” Oke….. ummi!!!!! Aisyah juga sudah lapar” jawab Aisyah lagi. Selesai makan, Aisyah langsung istirahat, dia kecapekan setelah perjalanan jauh.

Keesokan harinya, ia pergi berlibur bersama keluarganya. Mereka pergi kerumah nenek yang berada di Cilacap. Mereka berlibur disana selama beberapa hari.

Suatu saat, setelah beberapa hari pulang dari rumah nenek, Aisyah bercerita kepada Umminya” Ummi, dipondok itu ternyata ada asyiknya dan nggak ada asiknya ya?”kata Aisyah. ummi pun menjawab” iya to? Emang kak Aisyah pernah ngerasain itu semua?”. “ya pernah dong umi
“. ”apa lo kak , coba deh kakak cerita kepada Ummi.” Pinta Ummi kepada Aisyah.” Gini ya Ummi, dipondok itu asyiknya waktu belajar bareng, ngaji bareng,makan bareng,pokoknya semua yang bareng-bareng itu lo ummi”.”oooo,,,,,,,gitu to kak ? lha terus yang nggak asyiknya apa?” tanya Ummi Diana lagi.” Yang nggak asyik itu Aisyah sering dilakuin nggak adil di pondok, kadang dijauhin temen-temen, terus mbak-mbaknya itu lo ummi, melihat Aisyah kadang pake mata sinis.Kaya nggak suka kepada Aisyah. Aisyah binggung ummi, harus gimana”jelas Aisyah sambil menangis terisak-isak. Umi Diana pun memeluk Aisyah sambil berkata” kak Aisyah, di pondok itu kadang-kadang emang gitu. siapa tau aja kak Aisyah punya salah. ”nggak ummi, Aisyah ngerasa nggak punya salah. Emang gitu kok kenyataanya .huh…sebel” jawab Aisyah yang masih dipelukan ummi Diana sambil menangis. Ummi Diana pun hanya tersenyum dan berkata “kak Aisyah, mungkin kakak lagi diuji sama allah SWT, kak Aisyah yang sabar ya, Ummi yakin kak Aisyah kuat menghadapi semua ujian ini. Dan ingat baik-baik kak, Allah SWT nggak akan menguji hamba- nya di luar kemampuan hamba tersebut. Ummi kan terus doain kak Aisyah agar kak Aisyah sabar dan kuat dalam menghadapi ujian ini. Udah sekarang nggak usah nangis lagi, nggak cantik nih, kalau kak Aisyah menangis “. “ iya ummi, makasih ya Ummi hati Aisyah jadi lebih tenang”.” Iya sayang, sama –sama .”jawab Ummi Diana sambil mencium pipi Aisyah.

Masa berlibur Aisyah sudah selesai. Dengan berat hati Aisyah harus berpisah degan keluarganya, untuk pergi ke pondok. Banyak pengalaman yang berarti di liburan kali ini. Aisyah akan selalu mengingat nasihat Ummi Diana

2 Komentar

2 thoughts on “SUSAH SENANG DI PONDOK

  1. nisa

    mbk2 nya jahat2 ya dek aisyah?
    maaf ya?:-)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: