Artikel

KONSEPSI KESEHATAN DAN KEBERSIHAN DALAM ISLAM
OLEH :
Nurun Nahdiyah K.Y , S.Pd, M.Pd.I

Kesehatan merupakan suatu nikmat dari Allah SWT yang sangat berharga yang tiada tara nilainya dan tiada seorangpun menginginkan dirinya dalam keadaan sakit / menderita penyakit. Berbagai cara banyak dilakukan oleh manusia untuk bisa menjaga kesehatannya mulai dari cara tradisional sampai dengan cara yang paling modern pada saat sekarang ini. Banyak sudah penelitian-penelitian dilakukan dan penemuan-penemuan baru diciptakan untuk menjaga kesehatan tubuh dan upaya untuk penyembuhan bagi penderita suatu penyakit agar bisa sembuh dengan segera. Upaya sudah banyak dilakukan untuk bisa menjaga kesehatan tubuh manusia, disatu sisi penemuan-penemuan banyak membantu dalam proses menjaga kesehatan namun dilain pihak semakin banyak pula manusia mengalami gangguan-gangguan, baik pada fisik maupun psikhe (kejiwaan) sehingga ia tidak mampu lagi memfungsikan dirinya dengan wajar, yang menyebabkan daya tahan tubuhnya menurun sehingga terkena banyak penyakit, ditambah lagi penyakit-penyakit yang baru ditemukan di abad yang modern ini. Kenapa hal ini terjadi?, Seberapa besar pengaruh penemuan alat kesehatan berpengaruh terhadap kesehatan manusia?. Sudahkan penelitian-penelitian yang dilakakukan pada saat ini mencakup kepada kesehatan jiwa atau hanya sebatas pada fisik saja? Bagaimanakah konsep Islam tentang kesehatan dan kebersihan?
Kesehatan merupakan suatu kondisi di mana keadaan manusia dalam posisi normal atau seimbang, artinya segala komponen yang melekat pada konteks fisik maupun psikis dalam keadaan proporsional, dalam medis arti sehat adalah tidak sakit.
Kesehatan dalam pandangan Islam telah di sebutkan dalam sebuah hadist Nabi Riwayat Atturmudzi yang artinya: ” Siapa saja di antara kalian yang berada di pagi hari sehat badannya, aman jiwa, jalan dan rumahnya, dan memiliki makanan untuk hari itu, maka seakan ia telah diberi dunia seisinya (HR al-Bukhari dalam Adab al-Mufrâd, Ibn Majah dan Tirmidzi).
Dari hadist tersebut dapat diambil sebuah pengertian bahwa kondisi sehat adalah sebuah kondisi yang sangat berarti dalam sebuah kehidupan, di hadist tersebut sampai disebutkan bahwa dengan kesehatan dia akan mendapatkan dunia seisinya, rasionalisasinya adalah seseorang yang dalam keadaan sehat tentunya akan bisa melakukan apa saja, untuk memenuhi kehidupannya baik duniawi maupun ukhrowi. Dan hal ini tentunya akan berkebalikan dengan kondisi seseorang yang dalam keadaan sakit.
Berbagai cara banyak dilakukan oleh manusia untuk bisa menjaga kesehatannya mulai dari cara tradisional sampai dengan cara yang paling modern pada saat sekarang ini. Banyak sudah penelitian-penelitian dilakukan dan penemuan-penemuan baru diciptakan untuk menjaga kesehatan tubuh dan upaya untuk penyembuhan bagi penderita suatu penyakit agar bisa sembuh dengan segera. Ketika seseorang sakit di sana terkandung pahala, ampunan dan akan mengingatkan orang sakit kepada Allah SWT. Aisyah pernah meriwayatkan, bahwa Rasulullah SAW bersabda : ‘Tidak ada musibah yang menimpa diri seorang muslim, kecuali Allah mengampuni dosa-dosanya, sampai-sampai sakitnya karena tertusuk duri sekalipun” (H.R. Buchari) [3].
Sabda Rasulullah SAW :
وإن الله تعالى أذا أحب قوما ابتلاهم فمن رضي فله الرضاومن فله السخط
(رواه ابن ماجه و الترمذى)
Artinya : Dan sesungguhnya bila Allah SWT mencintai suatu kaum, dicobanya dengan berbagai cobaan. Siapa yang ridha menerimanya, maka dia akan memperoleh keridhoan Allah. Dan barang siapa yang murka (tidak ridha) dia akan memperoleh kemurkaan Allah SWT. (H.R. Ibnu Majah dan At Turmudzi)
Dalam hadist lain Rasulullah SAW bersabda :
عن ابي هريرة رضي الله عنه : عن النبي صلى الله عليه وسلم قال : ما يصيب المسلم من نصب ولا هم ولا حزن ولا أذى ولاغم حتى شوكة يشاكها إلا :فر الله بها خطاياه (رواه البخارى و مسلم)
Artinya : Dari Abu Hurairah r.a. Nabi Muhammad SAW. Bersabda : Tidaklah seorang muslim ditimpa musibah, kesusahan, kesedihan, penyakit, gangguan menumpuk pada dirinya kecuali Allah SWT hapuskan akan dosa-dosanya (H.R. Bukhari dan Muslim).
Allah SWT menciptakan cobaan antara lain untuk mengingatkan manusia terhadap rahmat-rahmat yang telah diberikan-Nya. Allah SWT memberikan penyakit agar setiap insan dapat menyadari bahwa selama ini dia telah diberi rahmat sehat yang begitu banyak. Namun kesehatan yang dimilikinya itu sering kali di abaikan, bahkan mungkin disia-siakan. Padahal ia mempunyai harga yang sangat bernilai tiada tolak ukur dan bandingannya.
Disamping itu, sakit juga digunakan oleh Allah SWT untuk memperingatkan manusia atas segala dosa-dosa dan perbuatan jahatnya selama hidup di dunia. Kalau dahulu seorang insan yang banyak berbuat kesalahan tidak berfikir tentang dosa dan pahala, maka disaat sakit biasanya manusia teringat akan dosa-dosanya sehingga ia berusaha untuk bertaubat dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Dari konsep di atas dapat diartikan bahwa konsep sehat sendiri bisa ada karena ada sakit, sesuai dengan Hadist di atas seseorang bisa merasakan kondisi sehat karena pernah merasakan kondisi sakit, sehingga sakit digunakan sebagai parameter kondisi kesehatan seseorang, hadist di atas juga menjelaskan bawa sakit memberikan hikmah luar biasa terkait dengan peningkatan rasa syukur, karena dengan sakit kita bisa merasakan betapa Allah telah memberikan nikmat yang luar biasa berupa kesehatan. Adapaun kesehatan terbagi menjadi 2 yaitu:
1. Kesehatan Fisik.
Majlis Ulama Indonesia dalam musyawarah Nasional Ulama tahuun 1983 merumuskan kesehatan sebagai ketahanan “jasmaniah, ruhaniyah dan social” yang dimiliki manusia sebagai karunia Allah yang wajib disyukuri dengan mengamalkan tuntunan-Nya, dan memelihara serta mengembangkannya. Nabi Muhammad SAW bersabda bersabda bahwa “Mukmin yang kuat itu lebih disukai Allah dibanding mukmin yang lemah”. Hadist ini mempunyai makna bahwa kesehatan fisik sangat perlu diperhatikan yang mengandung ungkapan tentang kesehatan, baik kesehatan tubuh maupun kesehatan otak. Tuntunan agama dalam hal memelihara kesehatan, sejalan dengan pola ajaran Islam secara menyeluruh, yakni mencegah terjadinya sesuatu yang berakibat buruk atau mengambil langkah-langkah prefentif seperti yang diungkapkan dalam kaidah “mencegah lebih baik dibanding mengobati. Setiap insan sudah sangat mengenal ungkapan ‘bersih pangkal sehat” dan mengetahui sabda rasulullah SAW :“kebersihan merupakan sebagian dari iman”. Agama Islam menyangkut kebersihan bahkan masuk dalam system peribadatan tertentu menentukan sah atau tidaknya suatu amalan ibadah, seperti berwudhu, membersihkan kotoran buang air besar dan air kecil, (istinja), mandi janabat, disamping yang sunnah, seperti bersiwak, cuci tangan sebelum makan, larangan kencing diair yang tidak mengalir, atau di bawah pohon atau ditempat-tempat umum fasilitas umum dan lain sebagainya.
2. Kesehatan Jiwa (Mental)
Kalau kita memerhatikan kehidupan masyarakat sehari-hari, akan banyak dijumpai orang dengan ragam perangainya. Ada orang yang selalu nampak riang gembira dan bahagia meski hidupnya amat sederhana. Dalam segala keadaan ia tetap menjadi dirinya, disukai orang, tidak mempunyai musuh, dan pekerjaan selalu berjalan lancar. Sebaliknya ada orang yang selalu murung, mengeluh dan kecewa, padahal secara lahir fasilitas hidupnya tercukupi atau lebih dari cukup. Ia tidak bisa akur dengan orang lain, tidak bersemangat dalam melaksanakan tugas. Ia selalu gelisah, cemas dan tidak pernah mencapai kepuasan batin. Disamping itu ada juga dijumpai orang yang pekerjaannya mengganggu orang lain, melanggar hak dan ketenangan orang lain, menyebarkan gosip, fitnah, adu domba, menganiaya, menyeleweng, menipu, dan perilaku menyimpang lainnya seperti sombong, riya’ dan lain sebagainya.
Itu semuanya berhubungan dengan tingkat kesehatan mentalnya atau jiwanya. Dalam al-Qur’an manusia disebut sebagai basyar dan sebagai insan disamping sebagai bani adam. Basyar lebih merujuk pada persamaan manusia sebagai fisik, sedangkan insan merujuk kepada mahluk yang berfikir dan merasa. Sebagai basyar manusia banyak kesamaannya, tetapi sebagai insan manusia berbeda antara yang satu dengan yang lainnya. Perbedaan itu bisa menyangkut kecerdasan, tabiat, karakter, dan temperamennya.
Dalam Al-qur’an , aspek berfikir dan merasa manusia diungkapkan dengan qalb, aql, bashirah, nafs, dan syahwat. Tingkatan kejiwaan manusia disebut dalam al-Qur’an dengan nafs zakiyah (jiwa yang suci) nafs muthmainnah (jiwa yang tenang) nafs lawwamah (jiwa yang selalu menyesali diri) dan nafs ammarah (jiwa yang selalu menyuruh berbuat keburukan). Al-Qur’an juga tak kurang dari sebelas kali menyebutkan penyakit hati disamping menyebut adanya hati yang sehat.
Dalam bahasa arab, penyakit antara lain didefinisikan sebagai segala sesuatu yang mengakibatkan manusia melampaui batas keseimbangan/kewajaran dan mengantar kepada terganggunya fisik, mental, dan bahkan kepada tidak sempurnanya amal seseorang. Melampaui batas, satu sisi membawa implikasi pada gerak berlebihan, dan pada sisi lain membawa implikasi kearah kekurangan.
Akal yang sakit, dari gerak berlebihan berwujud kelicikan, tetapi jika sakitnya bersumber dari arah kekurangan maka sakitnya berujud ketidaktahuan. Ketidaktahuan akal membawa kepada keraguan dan kebimbangan. Penyakit kejiwaan lain yang bersumber dari gerak berlebihan bisa berujud, angkuh, benci, dendam, fanatisme, serakah dan kikir. Sedangkan penyakit yang bersumber dari arah kekurangan bisa bewrujud pesimis, rendah diri, cemas, takut dan sebagainya.
Dari angka- angka yang original dan genting yang di data oleh salah satu lembaga ilmiah yang concern dengan pesoalan kesehatan seluruh dunia terbukti bahwa apa yang disampaikan Nabi saw benar-benar merupakan wahyu. Sebab berbagai penyakit kotor terjadi dan menular melalui kontaminasi kedua tangan,air,dan makanan, sehingga kemudian menyerang sistem pencernaan dengan sangat ganas. Data statistik tersebut mencatat di seluruh dunia ada 30 juta orang yang terkena demam thypus, 600 juta terkena penyakit lambung, 250 juta terserang disentri,7 juta terserang kolera dan 5 juta terserang epidemik liver. +Korbanpun terus berjatuhan akibat berbagai pnyakit ini hingga memakan 3 juta orang stiap tahun. Namun ketika tidak pernah mendengar berita ini, karena yang kita dengar hanya berita – berita perang saudara, gempa bumi dan pesawat jatuh. Tingginya angka kematian setiap tahun hingga mencapai 3 juta jiwa ini lebih disebabkan kekotoran tubuh mereka dan akibat tidak mengikuti sunah Nabi. Dan separuh diantara mereka adalah anak-anak yang tidak memerhatikan kebersihan kedua tangan dan mencucinya sebelum makan.seperti dalam sebuah hadits nabi yang artinya bahwa ”kebersihan adalah sebagian dari pada Iman”, itu jelas –jelas sudah menyiratkan betapa pentingnya menjaga kebersihan, karena kebersihan adalah berakibat pada kesehatan, begitu detailnya Islam mengatur umatnya menuju kesejahteraan diri. Hadist Nabi yang menunjukkan tentang pentingnya menjaga kebersihan antara lain:
” Sesungguhnya Allah baik dan menyukai kebaikan, bersih dan menyukai kebersihan, murah hati dan senang kepada kemurahan hati, dermawan dan senang kepada kedermawanan. (HR. Attirmidzi)
Sangatlah jelas disebutkan dalam hadist tersebut bahwa Allah itu bersih dan menyukai kebersihan, dari sini jelas penciptanya saja menyukai kebersihan tentunya manusia juga seharusnya harus menjaga kebersihan. Kebersihan ibarat satu sisi mata uang dengan kesehatan, seperti telah disebutkan di awal bahwa segala penyakit sumbernya adalah dari kondisi tidak bisa menjaga kebersihan. Hadist Nabi lain yang menyatakan tentang kebrsihan adalah :
Fitrah manusia itu ada lima yaitu dikhitan, mencukur rambut kemaluan, menggunting (merapikan) kumis, memotong kuku (kuku tangan dan kaki) serta mencabuti bulu ketiak. (HR. Al Bukhari)
Dari situ dapat kita analisis bahwa memang secara medis rambut itu adalah menjadi sarang berjuta – juta mikroorganisme yang akan mengakibatkan penyakit. Dalam medis setiap orang yang akan melakukan operasi, misalnya dikepala maka pasti rambutnya akan dihilangkan lebih dulu, ini sebagai wujud bahwa tubuh sebelum dioperasi harus dalam keadaan steril disini rambut dicukur sebagai wujud bahwa rambut akan membuat tidak steril. Contoh yang lain adalah dikhitan, ini memanglah sangat penting dalam medis, karena tanpa di khitan akan terjadi penumpukan kotoran yang tidak bisa terbuang shingga muncullah penyakit.
Dengan demikian kesehatan sangatlah penting bagi proses berlangsungnya hidup, baik kesehatan jasmani maupun rohani.

Membumikan Karakter Melalui Pendidikan
(Nurun Nahdiyyah, M.Pd.I)

Pendidikan karakter seolah – olah sedikit memberi angin segar bagi dunia pendidikan. Penanamannya seperti pengganti jamu yang akan menyembuhkan penyakit akut yang telah menyerang Bangsa ini. Harapan ini tentunya harus sinergi dengan implementasinya. Membaca fakta banyak hal yang semakin membikin miris hati, mulai dari perilaku-perilaku menyimpang yang dilakukan para remaja hingga praktisi pendidikan. Belum lama ini para praktisi pendidikan seolah seperti ditampar oleh sebuah realitas, perilaku bejat guru dengan sederetan aksi parnonya, yang sebenarnya jauh dari kepantasan. Guru adalah penopang utama berjalannya konsep terbaru dalam pendidikan, yaitu penanaman nilai karakter. Seandainya guru tidak berpegang tegung pada frame ini, mustahil nilai karakter akan tertanam dengan baik. Untuk itu dibutuhkan nurani yang paling jernih memahami sekaligus menanamkan nilai-nilai suci ini. menanamkan kejujuran hanya bisa dilakukan oleh guru yang benar-benar berpegang pada kejujuran. Juga nilai-nilai lainnya, butuh keteguhan hati, akal yang jernih untuk menimbangnya juga mental pemberani untuk bisa menunjukkan bahwa pendidik harus memulainya terlebih dulu

Tinggalkan komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: