Berita !

Mengukir Prestasi Melalui Ajang Kompetisi Short Story Competition

Peserta didik MTs Ma’arif 1 Ponorogo telah menuai prestasi yang cukup gemilang. Belum lama ini dua peserta didiknya telah berhasil ikut serta dalam penerbitan buku antologi cerpen Kota Reog. Madrasah yang telah berdiri 6 tahun bersama para pejuang yayasan Al Ittihad ini telah mampu membentuk karakter peserta didik unggul dalam berbagai bidang sehingga mereka mampu mengukir prestasi yang gemilang.

MTs Ma’arif 1 Ponorogo berada di bawah naungan Yayasan Al Ittihad dan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Berbagai program unggulan yang bermutu menjadikan madrasah ini mampu bersaing sehingga tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya. Salah satu di antara sekian banyak ukiran prestasi yaitu kemenangan dari 2 peserta didik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo dalam kompetisi menulis cerpen tingkat umum se-Kabupaten Ponorogo dalam rangka Hari Ulang Tahun (Harlah) IPPNU. Lomba ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari Kabupaten Ponorogo. Tidak hanya itu, peserta dari Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Trenggalekpun ikut berpartisipasi dalam ajang kompetisi penulisan antologi cerpen tersebut. Mayoritas peserta dari kompetisi ini adalah mahasiswa yang notabene juga telah berpengalaman dalam bidang kepenulisan. Meskipun demikian pelajar asal MTs Ma’arif 1 Ponorogo ini juga tak kalah saing, keduanya masuk dalam nominasi 25 besar dari 100 peserta.

Afifah Shinta Nur Aida Kelas VIII A yang kerap disapa  Shinta, mengirimkan cerpen berjudul “Kutemukan Setetes Embun Cinta Penyejuk Qolbu di Atas Keteguhan Jihadku”. Shinta, pelajar kelahiran Ponorogo 12 Agustus 2001 mendapat inspirasi cerita dari pengalaman para pemuda di desanya dan cita-cita terhadap para pemuda di masa depan. Cerpen karya siswi asal Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun ini masuk dalam nominasi 25 besar dan telah dibukukan bersama cerpen nominator lainnya.

Tak ketinggalan pula peserta didik yang akrab disapa Warda, kelas VIII B, juga telah menorehkan tinta penanya dalam cerpen berjudul “Barisan-Barisan Do’a dalam Kerinduan Sang Rasul”. Wardatul Hasanah, begitulah nama lengkapnya, mengaku bahwa dirinya gemar membaca buku-buku antologi dan di sela-sela sibuknya belajar di Madrasah maupun Pondok Pesantren, ia sempatkan untuk menulis pengalaman-pengalaman yang ia temui. Selain itu, pelajar asal Desa Pondok  Kecamatan Babadan ini juga menekuni hobinya sejak MI (Madrasah Ibtidaiyah). Itulah yang membuat pelajar kelahiran Ponorogo 9 Juli 2001 ini mampu menyabet juara 5 dalam ajang kompetisi menulis yang diadakan oleh IPPNU Cabang Ponorogo.

IPPNU Cabang Ponorogo telah menyelenggarakan Short Story Competition dalam rangka Harlah (Hari Ulang Tahun) yang ke-61. Kompetisi ini mengusung tema Cinta dan Budaya. Short Story Competition ini terdiri dari 4 rangkaian acara, yakni membuat cerpen, workshop, pengumuman dan motivasi, serta launching buku antologi”, jelas Shinta saat ditemui di Madrasahnya, Sabtu (13/08/2016). Dia menuturkan bahwa lomba ini durasi waktunya cukup panjang akan tetapi karena mereka baru mengetahui info lombanya 3 hari sebelum deadline, jadi tergolong sangat singkat untuk membuatnya.

“Keterbatasan dalam mengakses info, media untuk mengetik cerpen dan mengirimkannya merupakan hambatan yang kami hadapi. Namun Alhamdulillah, dengan bantuan guru kami Bu Ifa sebagai pembimbing jurnalistik, kami bisa dengan mudah dan cepat memperoleh info dan mengirimkan karya kami”, ucap Warda. Informasi lomba tersebut mereka dapatkan dari gurunya, yakni berupa selebaran pamflet. Pada pamflet tersebut tertuliskan, timeline terhitung mulai 9 Maret – 2 April. “Cerpen kami buat dalam waktu 2 hari, kami meminta Bu Ifa untuk mengoreksi cerpen yang telah kami buat. Kendala kami saat itu adalah tidak memiliki email. Beruntung Bu Ifa dan Bu Vida membantu kami untuk mengirimkan naskah melalui email beliau berdua”, tutur Shinta saat diwawancarai di MTs.

Berdasarkan penjelasan kedua peserta didik ini, IPPNU Cabang Ponorogo juga mengadakan workshop Minggu (3/4/2016) dengan tema Penguatan Nilai Akhlak dalam Konsep Budaya Jawa untuk Membentuk Karakter Pelajar yang menghadirkan Dosen STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Ponorogo, Dosen STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Ponorogo, dan Pengurus NU Cabang Ponorogo. Ahmad Syafi’i, S.S, M.Si, dosen STAIN Ponorogo, mengungkapkan bahwa spiritualitas Islam yang notabene merupakan kearifan kuno (al-hikmah kholidah) dapat menjadi perahu penyelamat (Safinatun Naja) atas ancaman ideologi jahiliyah modern (humanisme, materialisme, dan atheisme). Workshop ini diadakan bersama rangkaian acara Harlah IPPNU bertujuan untuk menguatkan akhlak para pelajar agar tidak terbawa arus globalisasi yang semakin mencekam. Dalam acara workshop tersebut juga telah hadir Dr. H. Sutejo, M.Hum (Dosen STKIP Ponorogo) selaku Ketua Litbang PCNU Ponorogo. Pada kesempatan itu, tidak hanya mendapat ilmu tentang penguatan nilai akhlak tetapi juga mendapatkan hasil revisi terhadap hasil karya cerpen mereka. Dalam rentang 3 hari setelah workshop, peserta diberikan kesempatan merevisi dan mengirimkan kembali karya yang telah direvisi.

Rangkaian acara yang kedua adalah Briefing dan Motivasi Kepenulisan bertemakan Menulis Itu Mudah yang menghadirkan narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum. Beliau adalah pakar sastra sekaligus penulis hebat yang pernah menjuarai 14 ajang kompetisi menulis tingkat Nasional.  Yang lebih menegangkan pada Minggu, 24 April 2016 adalah pengumuman pemenang Short Story Competition.

Sebagai acara penutup yakni Halal Bihalal dan Launching Antologi Cerpen yang berjudul “Almira dan Golan” yang telah terlaksana Minggu, 31 Juli 2016. Adapun nominasi 10 besar adalah (i) Almira dan Golan karya Randry Mahendra, (ii) Senja yang Mengutuk karya M. Septian Yoga, (iii) Gus’ku karya Siti Fatimah, (iv) Sorban Hitam karya Fina Izzatuna Mubarokah, (v) Barisan-Barisan Doa dalam Kerinduan Sang Rasul karya Wardatul Hasanah, (vi) Ruang Cinta untuk Negeri Kita karya Khusnul Qotimah, (vii) Perempuan di Balik Jendela karya Rendy Mahendra, (viii) Penantian di Seberang Tirai karya Khusnatul Mauliddah, (ix) Solo Punya Cerita Tentang Kira karya Friska Valentina, dan (x) Cakrawala Jingga karya Lailatul Ni’mah Fajarini.

“Dari 33 judul cerpen yang dibukukan, Almira dan Golan keluar sebagai pemenang pertama dinilai kuat aspek budaya di satu sisi dan bagaimana kesetiaan cinta yang tragik sehingga menawarkan nilai ulang untuk direnungkan”, dikutib dari prolog Dr. Sutejo, M.Hum dalam buku antologi Cerita dari Kota Reyog.

Kedua penulis cilik, Warda dan Shinta yang saat ini tengah duduk di bangku MTs kelas IX ini mengaku senang sekali dan bersyukur atas prestasi yang mereka raih. Mereka tidak menyangka dapat mendulang prestasi dalam bidang kepenulisan karena baru pertama kalinya mengikuti kompetisi antologi cerpen. “Kami mampu menghasilkan prestasi ini tak lepas dari bimbingan dan motivasi Bapak dan Ibu Guru yang sangat sabar dalam membimbing kami. Terima kasih banyak berkat Bu Ifa dan Bapak/ Ibu Guru yang mensupport saya dan Warda, akhirnya kami bisa mengukir prestasi baru dalam sejarah MTs kita tercinta ini. Ya … walaupun belum masuk kategori 3 besar, Alhamdulillah ini menjadikan titik awal saya dan Warda serta MTs untuk lebih baik lagi. Aamiin”, ucap Shinta di akhir wawancara.

Berkarya adalah melukis pesona. Baik buruknya suatu daerah itu tergantung pada para pemudanya. Jika semua pemudanya berbakat, berkarya dan berprestasi layaknya Shinta dan Warda tentu saja lingkungannya bisa menjadi lingkungan teladan. Itu tadi merupakan secuil prestasi peserta didik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo dalam ajang kompetisi Short Story Competition.

 

Reporter dan Penulis

Tim Jurnalistik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo

 

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN

Afifah Shinta (kiri) dan Wardatul Hasanah (kanan) bersama narasumber seminar Harlah IPPNU, Ibu Yeni Yazid (tengah) pengurus NU Cabang Ponorogo

Afifah Shinta (kiri) dan Wardatul Hasanah (kanan) bersama narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum (tengah) Dosen STKIP Ponorogo, Ketua Litbang PCNU Ponorogo juga sekaligus penulis hebat

Acara Briefing dan Motivasi (24/4) sekaligus pengumuman nominator Short Story Competition bersama narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum

Wardatul Hasanah (tengah baris keempat) saat menerima penghargaan sebagai nominator ke-5 Short Story Competition

 

 

 

Acara launching Antologi Cerpen (31/07) bersama Dr. H. Sutejo, M.Hum

 

Dua puluh lima nominator bersama rekan panitia dan Ketua Litbang PCNU Ponorogo

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: