TERIMAKASIH IBU . . .

Oleh : Rohmat Jefri Saputro

Ibu . . .

Engkaulah cahaya yang menyinari hidupku

Kau rela berpanasan

Demi bekal masa depanku

 

Oh Ibu . . .

Kaulah pelita jiwaku

Jasamu kan s’lalu kuukir

Hingga akhir hayatku

Terimakasih Ibu

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

PAHLAWAN KELUARGA

Oleh : Niken Puspa Kirana

Ayah . . .

Engkaulah pahlawan keluarga

Imam dan pemimpin bagi istri dan anakmu

Kaulah sosok pejuang di hatiku

Tetesan keringat bercucuran

Demi menafkahi kami

Dengan penuh keikhlasan dan tak kenal lelah

Jasamu penuh berkah

 

Ayah . . .

Terik matahari yang menyengat

Tak mengurangi gelora semangat

Membanting tulang

Berkorban demi keluarga

Kumemohon kepada Tuhan

Ntuk senantiasa menjagamu

Di jalan kebenaran

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

DUA CAHAYA HATIKU

Oleh : Ahmad ‘Ainun Zeva Zachari

Pertama kali kulihat dunia

Bersama tangisan kebahagiaan

Kudapati seorang wanita terbaring lemah

Berjuang demi kubisa melihat dunia baru

Kutatap seorang lelaki yang menggendongku

Disertai tangis haru

Akhirnya kumengerti

Merekalah ayah ibuku

Dua cahaya hatiku

Kau pancarkan cahayamu kalaku dalam kegelapan

Coba membangkitkan saat ku terjatuh

Kudo’akan selalu dua cahaya di hatiku

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

IBUKU PAHLAWANKU

Oleh : Ilham Maghfiroh

Ibu . . . Engkaulah pahlawanku

Pelindungku dari mara bahaya

Penasehat terbaik dikala kusalah

Kau curahkan mutiara kasih di sepanjang masa

 

Ibu . . . tak bisa ku membalas jasamu yang seluas samudera

Jasamu yang melebihi luasnya alam semesta

Namun ku selalu berdo’a

Agar kau bersamaku selamanya

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

GELAPNYA PERADABAN

Oleh : Aula Nanda

 

Kuberjalan . . .

Arungi detik-detik waktu

Bagai sang surya yang singgah dalam benakku

Kaulah . . .

Dan kaulah . . .

 

Kau rajut asa dalam kerapuhan

Hanya untukku . . .

Pengorbananmu kian lama kian menjadi saksi

Diera zaman yang terus menantang

Peradaban mulai goyah

Kadangku tak mengerti bagaimana sosokmu!

 

Belaian tanganmu sepanjang nafasku

Dengan kesabaranmu

Yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata

Nakalku . . .

Bandelku . . .

Kau jawab dengan senyuman dan nasehat lembutmu

Namun apa kataku?

Bentakan! Cacian! Hinaan!

Itulah balasanku . . .

Kuhanya dapat terpukul membisu

Merasakan peradaban yang kian memburuk

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

INSAN PENERANG JIWA

Oleh : Nadia Fitri Ajeng Pratiwi

Pancaran sinar hatinya menerangi jiwa

Sosok insan yang berjasa dalam hidupku

Dialah Ayah Ibu

Ya . . . kedua insan setia yang s’lalu di sisiku

Ayah, sang motivator hidup

Cinta kasihnya demi menghidupiku

Terik sang surya tak menjadi penghalang baginya

Membanting tulang demi keluarga

 

Ibu, dialah sosok bidadari kehidupanku

Wanita terhebat tanpa kenal lelah

Melahirkan, menyusui, dan merawat putri mungilmu

Kau gendong aku tanpa rasa letih

Tidurpun tak nyenyak

Makanpun tak enak

Oh Ibu . . . kaulah wanita tegar sekuat batu karang

Kau bagai pelita dalam kegelapan

Yang menyinari setiap sudut hidupku

 

Ayah . . . Ibu . . . aku sayang padamu

Maafkan seribu salah putrimu ini

Yang acap kali membantah nasehatmu

Ayah . . . Ibu . . . I love you

Categories: KARYA JURNALISTIK 2017 | Tinggalkan komentar

KARYA JURNALIS MTS MAARIF 1 PONOROGO 2017

INSAN MULIA

Oleh : Danang Rosadi

Kau tak pernah melahirkanku

Kaupun jua tak menyusuiku

Namun suaramulah yang pertama mengajariku menyeru kepada Allah

Ayah . . . dari tetesan keringatmulah kudapat menikmati hidup

Nasehatmu bak malaikat penenangku

Kasihmu tak luput oleh sang waktu

Cintamu kan terus terukir di hati

Ayah kaulah insan mulia yang hadir dalam hidupku

Categories: KARYA JURNALISTIK 2017 | Tinggalkan komentar

Religion science and Art Competitions (RSAC) VI & Madrasah Scout Competitions (MSC) III

coming soon lomba bergensi antar sd/mi se-karesidenan Madiun. segera daftarkan Putra-putri terbaik anda untuk menunjukkan dan mengasah kemampuan serta kreatifitas mereka. Bagi maadrasah/sekolah yang belum dan/atau tidak mendapat surat undangan, dapat mendownload formulir serta juknis dibawah ini

juknis-dan-formulir

3-surat-permohonan-delegasi

Categories: Pengumuman, Uncategorized | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , | Tinggalkan komentar

Pemilihan Calon Ketua OSIS MTs Ma’arif 1 Ponorogo Masa Bakti 2016 / 2017

Pada hari Jum’at tepatnya tanggal 2 September 2016, MTs Ma’arif 1 Ponorogo mengadakan debat terbuka kandidat Ketua OSIS. Tema yang diusung dari debat kali ini adalah “Keterbatasan Bukan Halangan untuk Berbuat Sesuatu yang Lebih Besar”. Debat ini dilakanakan sebelum Pemungutan suara berlangsung. Tujuan dari debat kandidat / calon ketua OSIS ini adalah untuk mengetahui pendapat dan fikiran para kandidat melalui pertanyaaan-pertanyaan yang diberikan oleh para penguji. Pada tahun ini, kita didatangi oleh Ketua KPU Kabupaten Ponorogo yakni ibu Nita Hardiana S. OS dan dua temannya yakni bapak Sutrisno dan bapak Eko Diding Ahmudi.

Bapak Ali Tamam selaku kepala MTs Ma’arif 1 Ponorogo mengucapkan terimakasih kepada KPU Kabupaten Ponorogo atas bantuan fasilitas perlengkapan pemungutan suara. Penyelenggaraan debat kandidat ketua OSIS ini merupakan tahapan ke-4 dari 5 tahap yang direncanakan, diantaranya :

  1. Tahap penyaringan calon Ketua OSIS
  2. Tahap penyampaian Visi-Misi calon Ketua OSIS
  3. Tahap kampanye calon Ketua OSIS
  4. Tahap debat calon Ketua OSIS
  5. Tahap pemungutan suara dan penghitungan suara

Untuk tahap debat kandidat ini diikuti oleh 7 Calon yang terdiri dari 4 Siswa dan 3 Siswi. Sedangkan untuk tahap pemungutan suara dan penghitungan suara dilaksanakan hari Sabtu, 3 September 2016.

Melalui sambutannya, ibu Nita menerangkan bahwa para kandidat OSIS sudah bagus dan masing-masing kandidat memiliki keunggulan sendiri-sendiri, selain itu para kandidat OSIS juga merupakan pilihan yang terbaik dari para siswa dan MTs Ma’arif 1 Ponorogo. “Pendapat saya tentang Pemilos ini sudah bagus dan memenuhi kriteria Pemilos” begitulah ujar Ketua KPU Ponorogo yang menjabat sebagai SDM Parnas (Partisipasi Masyarakat). Adapun saran yang diberikan oleh ibu Nita kepada MTs Ma’arif 1 Ponorogo adalah mencoba untuk menjadi lebih baik lagi dalam melaksanakan pemilos yang sesuai pada pelajaran PPKN. Dan pada dasarnya pelajaran PPKN hanya memberikan teori saja, jadi untuk prakteknya kita bisa melalui pemilos ini. KPU Ponorogomengharapkan agar MTs Ma’arif 1 Ponorogo dapat melaksanakan Pemilos dengan lebih baik lagi ditahun depan, serta para calon Ketua OSIS bisa mengerjakan amanahnya dengan baik dan bisa mengharumkan nama sekolah.

Informasi yang kami dapatkan tidak hanya dari Ketua KPU Ponorogo saja, melainkan juga dari Staff Teknis yaitu bapak Sutrisno dan bapak Eko Diding Ahmadi. Tugas utama dari Staff Teknis adalah mengurusi pergantian antar waktu DPRD Kabupaten Ponorogo, proses pencalonan, dan PPID (Pusat Pelayanan Informasi dan Dokumentasi). “Para kandidat OSIS sudah bagus dan memiliki visi-misi yang bagus dan baik, yang sesuai dengan kemauan dari siswa-siswi dan para santri.” Begitulah ujar bapak Sutrisno dan bapak Eko mengenai para kandidat yang berdebat tadi.

 

Tim Jurnalistik MTs Ma’arif 1 Ponorogo

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Berita !

Mengukir Prestasi Melalui Ajang Kompetisi Short Story Competition

Peserta didik MTs Ma’arif 1 Ponorogo telah menuai prestasi yang cukup gemilang. Belum lama ini dua peserta didiknya telah berhasil ikut serta dalam penerbitan buku antologi cerpen Kota Reog. Madrasah yang telah berdiri 6 tahun bersama para pejuang yayasan Al Ittihad ini telah mampu membentuk karakter peserta didik unggul dalam berbagai bidang sehingga mereka mampu mengukir prestasi yang gemilang.

MTs Ma’arif 1 Ponorogo berada di bawah naungan Yayasan Al Ittihad dan Pondok Pesantren Ittihadul Ummah. Berbagai program unggulan yang bermutu menjadikan madrasah ini mampu bersaing sehingga tidak kalah dengan sekolah-sekolah lainnya. Salah satu di antara sekian banyak ukiran prestasi yaitu kemenangan dari 2 peserta didik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo dalam kompetisi menulis cerpen tingkat umum se-Kabupaten Ponorogo dalam rangka Hari Ulang Tahun (Harlah) IPPNU. Lomba ini diikuti oleh sekitar 100 peserta dari Kabupaten Ponorogo. Tidak hanya itu, peserta dari Kabupaten Lamongan dan Kabupaten Trenggalekpun ikut berpartisipasi dalam ajang kompetisi penulisan antologi cerpen tersebut. Mayoritas peserta dari kompetisi ini adalah mahasiswa yang notabene juga telah berpengalaman dalam bidang kepenulisan. Meskipun demikian pelajar asal MTs Ma’arif 1 Ponorogo ini juga tak kalah saing, keduanya masuk dalam nominasi 25 besar dari 100 peserta.

Afifah Shinta Nur Aida Kelas VIII A yang kerap disapa  Shinta, mengirimkan cerpen berjudul “Kutemukan Setetes Embun Cinta Penyejuk Qolbu di Atas Keteguhan Jihadku”. Shinta, pelajar kelahiran Ponorogo 12 Agustus 2001 mendapat inspirasi cerita dari pengalaman para pemuda di desanya dan cita-cita terhadap para pemuda di masa depan. Cerpen karya siswi asal Desa Baosan Lor Kecamatan Ngrayun ini masuk dalam nominasi 25 besar dan telah dibukukan bersama cerpen nominator lainnya.

Tak ketinggalan pula peserta didik yang akrab disapa Warda, kelas VIII B, juga telah menorehkan tinta penanya dalam cerpen berjudul “Barisan-Barisan Do’a dalam Kerinduan Sang Rasul”. Wardatul Hasanah, begitulah nama lengkapnya, mengaku bahwa dirinya gemar membaca buku-buku antologi dan di sela-sela sibuknya belajar di Madrasah maupun Pondok Pesantren, ia sempatkan untuk menulis pengalaman-pengalaman yang ia temui. Selain itu, pelajar asal Desa Pondok  Kecamatan Babadan ini juga menekuni hobinya sejak MI (Madrasah Ibtidaiyah). Itulah yang membuat pelajar kelahiran Ponorogo 9 Juli 2001 ini mampu menyabet juara 5 dalam ajang kompetisi menulis yang diadakan oleh IPPNU Cabang Ponorogo.

IPPNU Cabang Ponorogo telah menyelenggarakan Short Story Competition dalam rangka Harlah (Hari Ulang Tahun) yang ke-61. Kompetisi ini mengusung tema Cinta dan Budaya. Short Story Competition ini terdiri dari 4 rangkaian acara, yakni membuat cerpen, workshop, pengumuman dan motivasi, serta launching buku antologi”, jelas Shinta saat ditemui di Madrasahnya, Sabtu (13/08/2016). Dia menuturkan bahwa lomba ini durasi waktunya cukup panjang akan tetapi karena mereka baru mengetahui info lombanya 3 hari sebelum deadline, jadi tergolong sangat singkat untuk membuatnya.

“Keterbatasan dalam mengakses info, media untuk mengetik cerpen dan mengirimkannya merupakan hambatan yang kami hadapi. Namun Alhamdulillah, dengan bantuan guru kami Bu Ifa sebagai pembimbing jurnalistik, kami bisa dengan mudah dan cepat memperoleh info dan mengirimkan karya kami”, ucap Warda. Informasi lomba tersebut mereka dapatkan dari gurunya, yakni berupa selebaran pamflet. Pada pamflet tersebut tertuliskan, timeline terhitung mulai 9 Maret – 2 April. “Cerpen kami buat dalam waktu 2 hari, kami meminta Bu Ifa untuk mengoreksi cerpen yang telah kami buat. Kendala kami saat itu adalah tidak memiliki email. Beruntung Bu Ifa dan Bu Vida membantu kami untuk mengirimkan naskah melalui email beliau berdua”, tutur Shinta saat diwawancarai di MTs.

Berdasarkan penjelasan kedua peserta didik ini, IPPNU Cabang Ponorogo juga mengadakan workshop Minggu (3/4/2016) dengan tema Penguatan Nilai Akhlak dalam Konsep Budaya Jawa untuk Membentuk Karakter Pelajar yang menghadirkan Dosen STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Ponorogo, Dosen STKIP (Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan) Ponorogo, dan Pengurus NU Cabang Ponorogo. Ahmad Syafi’i, S.S, M.Si, dosen STAIN Ponorogo, mengungkapkan bahwa spiritualitas Islam yang notabene merupakan kearifan kuno (al-hikmah kholidah) dapat menjadi perahu penyelamat (Safinatun Naja) atas ancaman ideologi jahiliyah modern (humanisme, materialisme, dan atheisme). Workshop ini diadakan bersama rangkaian acara Harlah IPPNU bertujuan untuk menguatkan akhlak para pelajar agar tidak terbawa arus globalisasi yang semakin mencekam. Dalam acara workshop tersebut juga telah hadir Dr. H. Sutejo, M.Hum (Dosen STKIP Ponorogo) selaku Ketua Litbang PCNU Ponorogo. Pada kesempatan itu, tidak hanya mendapat ilmu tentang penguatan nilai akhlak tetapi juga mendapatkan hasil revisi terhadap hasil karya cerpen mereka. Dalam rentang 3 hari setelah workshop, peserta diberikan kesempatan merevisi dan mengirimkan kembali karya yang telah direvisi.

Rangkaian acara yang kedua adalah Briefing dan Motivasi Kepenulisan bertemakan Menulis Itu Mudah yang menghadirkan narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum. Beliau adalah pakar sastra sekaligus penulis hebat yang pernah menjuarai 14 ajang kompetisi menulis tingkat Nasional.  Yang lebih menegangkan pada Minggu, 24 April 2016 adalah pengumuman pemenang Short Story Competition.

Sebagai acara penutup yakni Halal Bihalal dan Launching Antologi Cerpen yang berjudul “Almira dan Golan” yang telah terlaksana Minggu, 31 Juli 2016. Adapun nominasi 10 besar adalah (i) Almira dan Golan karya Randry Mahendra, (ii) Senja yang Mengutuk karya M. Septian Yoga, (iii) Gus’ku karya Siti Fatimah, (iv) Sorban Hitam karya Fina Izzatuna Mubarokah, (v) Barisan-Barisan Doa dalam Kerinduan Sang Rasul karya Wardatul Hasanah, (vi) Ruang Cinta untuk Negeri Kita karya Khusnul Qotimah, (vii) Perempuan di Balik Jendela karya Rendy Mahendra, (viii) Penantian di Seberang Tirai karya Khusnatul Mauliddah, (ix) Solo Punya Cerita Tentang Kira karya Friska Valentina, dan (x) Cakrawala Jingga karya Lailatul Ni’mah Fajarini.

“Dari 33 judul cerpen yang dibukukan, Almira dan Golan keluar sebagai pemenang pertama dinilai kuat aspek budaya di satu sisi dan bagaimana kesetiaan cinta yang tragik sehingga menawarkan nilai ulang untuk direnungkan”, dikutib dari prolog Dr. Sutejo, M.Hum dalam buku antologi Cerita dari Kota Reyog.

Kedua penulis cilik, Warda dan Shinta yang saat ini tengah duduk di bangku MTs kelas IX ini mengaku senang sekali dan bersyukur atas prestasi yang mereka raih. Mereka tidak menyangka dapat mendulang prestasi dalam bidang kepenulisan karena baru pertama kalinya mengikuti kompetisi antologi cerpen. “Kami mampu menghasilkan prestasi ini tak lepas dari bimbingan dan motivasi Bapak dan Ibu Guru yang sangat sabar dalam membimbing kami. Terima kasih banyak berkat Bu Ifa dan Bapak/ Ibu Guru yang mensupport saya dan Warda, akhirnya kami bisa mengukir prestasi baru dalam sejarah MTs kita tercinta ini. Ya … walaupun belum masuk kategori 3 besar, Alhamdulillah ini menjadikan titik awal saya dan Warda serta MTs untuk lebih baik lagi. Aamiin”, ucap Shinta di akhir wawancara.

Berkarya adalah melukis pesona. Baik buruknya suatu daerah itu tergantung pada para pemudanya. Jika semua pemudanya berbakat, berkarya dan berprestasi layaknya Shinta dan Warda tentu saja lingkungannya bisa menjadi lingkungan teladan. Itu tadi merupakan secuil prestasi peserta didik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo dalam ajang kompetisi Short Story Competition.

 

Reporter dan Penulis

Tim Jurnalistik MTs. Ma’arif 1 Ponorogo

 

LAMPIRAN FOTO KEGIATAN

Afifah Shinta (kiri) dan Wardatul Hasanah (kanan) bersama narasumber seminar Harlah IPPNU, Ibu Yeni Yazid (tengah) pengurus NU Cabang Ponorogo

Afifah Shinta (kiri) dan Wardatul Hasanah (kanan) bersama narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum (tengah) Dosen STKIP Ponorogo, Ketua Litbang PCNU Ponorogo juga sekaligus penulis hebat

Acara Briefing dan Motivasi (24/4) sekaligus pengumuman nominator Short Story Competition bersama narasumber Dr. H. Sutejo, M.Hum

Wardatul Hasanah (tengah baris keempat) saat menerima penghargaan sebagai nominator ke-5 Short Story Competition

 

 

 

Acara launching Antologi Cerpen (31/07) bersama Dr. H. Sutejo, M.Hum

 

Dua puluh lima nominator bersama rekan panitia dan Ketua Litbang PCNU Ponorogo

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.